pradnyaparamita

January 25th, 2008

deja vu

Posted by pradnyaparamita in puisi

bergandengan tangan kita

kemudian berlari berlomba menuju caroussel

tertawa lepas membelah langit

matapun turut terguncang geli

aku

kamu

sangat dekat

: apakah aku mengenalmu?

240107

January 25th, 2008

s e a l e d

Posted by pradnyaparamita in puisi

kali ini

mata kita saja berkatakata

sementara mulut terbungkam rindu

250107

January 25th, 2008

. . .

Posted by pradnyaparamita in puisi

ada yang menyekat kerongkongan

hanya

udara yang mampu terhempas dari langit-langit mulut

250107

January 25th, 2008

dominasi

Posted by pradnyaparamita in puisi

sunyi berceloteh

mengambil alih keberadaan waktu

sssssssssssss. . . .

ssssssssssssssss. . . .

ssssssssssssssssssssss. . . .

ssssssssssssssssssssssssss. . . .

malam mulai mengantuk

menggugah sadar

ternyata kita bersama

260107

January 25th, 2008

mencinta bulan

Posted by pradnyaparamita in puisi
malam tak mampu berkata
bila bukan karena cinta
menanti bulan sungguh sia belaka
bahkan kodokpun bisa merasa
pada riak air bulan berkaca
melipur rindu seluruh pecinta
-pecintabulan dan pemimpisejati-
*pak guru. . terima kasih. . *
061107
January 25th, 2008

r a s a

Posted by pradnyaparamita in puisi
lalu
kau sebut apakah
sesuatu
yang berdebum di dada
membuat perutku pusing?
240107
January 25th, 2008

D***!

Posted by pradnyaparamita in puisi
dan
ia menyetubuhimu
dengan berlian di jemari kananmu
puas?
220107
January 25th, 2008

h i b e r n a s i

Posted by pradnyaparamita in puisi
sudah sangat lama

saat katakata terkulai tak berdaya

ditumpuk acak dalam lemari gelap tak berkaca
kian tumpul sudah

goresangoresan yang sedianya tajam penuh makna

tak seorangpun mampu mengasahnya menjadi prosa

dikikis dingin yang menusuk begitu dalam

mematikan

diamdiam sepi merajalela gerogoti hati yang hampa

perlahan puisi terkulai tak berdaya

tanpa cinta
entah kapan terjaga
January 25th, 2008

R I P

Posted by pradnyaparamita in puisi
di sini,
rebahkan seluruh kepedihan
berbaring diamdiam
berselimut malam
di sini,
jiwa siap meregang
lenganku antara langit dan bumi terentang
. . . . perlahan pandanganku menghilang
220107
January 21st, 2008

que sera - sera

Posted by pradnyaparamita in puisi

bila ini semua hanya sandiwara

. .mari kita mainkan peran kita masing-masing dengan sebaik-baiknya. .

dan lihat endingnya seperti apa. .

11.00 - 7 januari 2008

Next Page »